Berita · 21 Agustus 2026

Program Kerja Multidisiplin 1 KKN-R Universitas Diponergoro dengan Mendorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah Secara Produktif

Program Kerja Multidisiplin 1 KKN-R Universitas Diponergoro dengan Mendorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah Secara Produktif

Program multidisiplin pertama mengangkat tema “Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah melalui Penanaman Bibit Hortikultura Berbasis Pupuk Ternak untuk Mewujudkan Pekarangan Produktif di Desa Sendangrejo.” Program ini dikoordinasikan oleh Giska Dwi Zalfikarani serta anggota Tim KKN-R yang terlibat yang dilaksanakan dengan melibatkan kelompok tani, ibu-ibu PKK, perangkat desa, serta masyarakat pemilik pekarangan.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat. Mahasiswa kemudian melakukan observasi kondisi pekarangan serta mendata warga yang akan menerima bibit. Hasil pendataan digunakan untuk menentukan kebutuhan bibit hortikultura, pupuk organik, polybag, dan sarana penanaman lainnya.

Setelah kebutuhan terkumpul, mahasiswa menyiapkan bibit tanaman yang disesuaikan dengan kondisi pekarangan warga. Masyarakat juga memperoleh penjelasan mengenai persiapan media tanam, penggunaan pupuk organik, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen. Penyampaian materi dilengkapi dengan demonstrasi agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan teknik budidaya yang diberikan.

Tidak hanya membahas cara menanam, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan hasil pekarangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Warga dikenalkan pada pencatatan sederhana mengenai biaya budidaya, hasil panen, dan penghematan pengeluaran rumah tangga. Apabila hasil panen akan dijual, masyarakat juga diberikan pengenalan mengenai pencatatan penjualan, penentuan harga dasar, dan administrasi usaha sederhana.

Melalui program ini, pekarangan rumah diharapkan tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi juga dapat menghasilkan sayuran segar bagi keluarga. Pemanfaatan pupuk organik dan barang bekas diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus mendorong kebiasaan bercocok tanam yang lebih hemat, produktif, dan ramah lingkungan.